meaning of life

Allah menguji hamba-Nya dengan cara yang paling unik, apabila menjadikan kekurangan itu juga satu anugerah..

setiap kali duji bisikkan ke hati.. ALLAH sedang mendidik, bukankah itu bererti ALLAH menyayangi mu?

ALLAH tidak melupakanmu..

kenang DIA dalam setap ujian-NYA!


betapa banyak kepahitan masa lalu menjadi sangat manis pada masa sekarang...

ingat hakikat itu wahai diri yang sedang menangis pada hari ini..

ilmu kita yang terbatas tidak akan dapat menjangkau ilmu ALLAH yang maha luas!


belajar dari kesilapan masa lalu, cinta pada tugasan masa kini, bersangka baik pada masa akan datang...

INSHAALLAH akan ada senyuman di hati dan bibirmu.. :)




"Then when you have taken a decision, put your trust in Allah."
[ Surah Al-'Imran ; 159 ]

"Anyone whom Allah intends good, HE makes them to suffer from some affliction (test/pain)"

-Riwayat Al-Bukhari

It takes some pain to have those wonderful miracle and gift. Allah is listening to you you and you! HE KNOWS, EVERY SINGLE THING... ;)


Thursday, June 14, 2012

Engkau cukup sempurna pada-NYA

Kelihatan seorang kanak-kanak kecil mengesot-ngesot tubuhnya di kaki lima Plaza WangsaJaya, berpakaian lusuh, namun tenang dengan berlitupkan kopiah putih di kepalanya. Kerja hariannya mengelap kasut di kaki lima setiap pasaraya besar di ibu kota. Mencari sumber rezeki yang halal tanpa mempedulikan cacian dari mana-mana insan. Sungguh kuat semangat Mohd Zakuan, seorang kanak-kanak yang cacat anggota, hidup tanpa kedua belah kakinya sejak lahir ke muka dunia. Siangnya ke sekolah, di sebelah petangnya merayau mencari rezeki. Adik Mohd Zakuan sering dihina, dicaci oleh rakan-rakannya, akibat dia merupakan anak seorang hartawan, namun dipinggirkan akibat kekurangan yang dimilikinya. Dia dihantar ke rumah neneknya, Ruminah yang sudah tua. Tanpa dipedulikan oleh kedua orang tuanya. Menjengah sekalipun keluarganya itu tidak mahu. Walaubagaimanapun, adik Mohd Zakuan seorang yang rajin beribadat kepada Tuhan, walau keadaan yang serba kekurangan, kehidupannya tidak sedikitpun menyebabkan dirinya jauh dengan PenciptaNya. "Nek, Zakuan rindu dekat ibu, ayah. Kenapa mereka tak jenguk Zakuan?". Neneknya dengan penuh sayu menjawab," Sayang, ibu dan ayah sibuk agaknya, nanti bila mereka sudah lapang, mereka datanglah jenguk-jenguk Zakuan". " Mereka tak sayang Zakuan, ke nenek?", tanya Zakuan lagi. Nenek menjawab," Tidak sayang, mereka sayang Zakuan, mereka mesti selalu berdoa untuk Zakuan biarpun dari jauh". "Zakuan tahu zakuan tak sempurna, nek. Untung Zakuan ada nenek, kalau Zakuan tak ada nenek, siapa nak jaga Zakuan?", rintih Zakuan. Neneknya terdiam hiba di anjung rumah. Kelihatan gugur manik-manik jernih dari kelopak matanya. Namun, cepat-cepat diusapinya supaya tidak dilihat oleh cucunya yang begitu disayanginya itu. Dirinya juga sudah uzur, apatahlagi dengan batuk kering yang tidak henti-henti menyeksa tubuhnya.Namun, dengan kehadiran Zakuan, menjadi penyeri kepadanya dalam seharian. Zakuan hampir mencecah usia 10 tahun, mujurlah dia sering ditemani oleh seorang Ustaz di kampungnya. Ustaz itu namanya Ustaz Munif. Banyak budi dan jasa yang dihulurkan oleh ustaz Munif kepada anak kecil ini. Dirinya tenang dan masanya sering dilapangkan untuk bersama-sama adik Zakuan. "Ustaz, macam mana nak masuk syurga? ", tanya Zakuan memecah kesunyian malam. " Senang saje, Zakuan buat apa yang Allah suruh, tinggal apa yang Allah larang", jawab Ustaz Munif sambil tersenyum. "Zakuan tak nak apa-apa, Tapi Zakuan mahukan syurga untuk ibu dan ayah Zakuan. Ibu yang lahirkan Zakuan, Zakuan tahu ibu tak gembira, jadi Zakuan nak ibu gembira bila dapat syurga dari Tuhan". Bersungguh-sungguh Zakuan menjawabnya. Tiba waktu sambutan ulangtahun hari jadinya yang ke 10 pun tiba. Zakuan menyambut hari lahirnya dengan nasi berlaukkan garam. Namun, bibirnya tetap tersenyum walau di hati menangis hiba. "Terima kasih, nek sebab sambut hari jadi Zakuan. Harini dapat makan nasi, syukur pada Allah, kan nek?." "Nek, Zakuan mintak ampun dari nenek, selama ini, Zakuan selalu menyusahkan nenek, nak berjalan ke sana ke sini semuanya dengan bantuan nenek". "Nenek jangan tinggalkan Zakuan ye, Zakuan perlukan nenek. ", meleleh-leleh air mata Zakuan , begitulah sayu si anak kecil ini sambil memeluk nenek kesayangannya itu. Namun, Tuhan itu lebih menyayangi neneknya, Sebulan kemudian, Zakuan kehilangan nenek yang menjadi tonggak dan kekasih hatinya yang setia. Neneknya yang uzur itu ditemui meninggal dalam sujudnya menyembah Tuhan Yang Abadi. Terbayangkah kita, anak kecil seusia 10 tahun yang kehilangan ibu, ayah, nenek bagi membantu kehidupannya yang kurang upaya seperti itu? " Ya Tuhan, aku kini kehilangan nenek yang begitu aku kasihi, Aku kehilangan punca kasih kini, Ya Allah.... dengan siapa aku ingin berbicara, dengan siapa aku ingin adukan nasibku, dengan siapa aku ingin bermanja, siapa pula yang hendak mengelap air mataku, menyambut kepulanganku setiap hari - hariku, mencium dahiku setiap selesai solat bersama, menyuap makanan ke mulutku dengan sentuhan seperti seorang ibu, melindungi aku bila aku dikeji orang sekelilingku, aku kehilangan seorang yang aku kasihi, seorang yang aku rindui, berkatilah dan cucurilah ruhnya Ya Allah, Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Amin Ya Robbal Alamin.. Begitulah sayunya hati seorang kanak-kanak, Zakuan yang telah kehilangan nenek tercinta. Walaubagaimanapun, Zakuan telah dibesarkan oleh Ustaz Munif dengan baik. Suatu hari, Zakuan berbual-bual dengan Ustaz bagi meluahkan hatinya. " Ustaz, ada lagikah orang yang menyayangi Zakuan dekat atas dunia ini?". "Ada, Zakuan. Ibu, ayah Zakuan. Mereka pasti doakan Zakuan supaya jadi anak yang baik". " Zakuan tahu, ustaz. Kalau nenek ada, mesti nenek orang pertama yang akan beritahu Zakuan bahawa nenek orang yang pertama sayang Zakuan. Ustaz nak tahu, waktu nenek masih ada, nenek selalu bagi Zakuan hadiah, dan hadiah itu berharga buat Zakuan." "Hadiah apa, Zakuan?". "Nenek hadiahkan Zakuan kopiah putih , sejadah, tasbih. Nenek kata, kalau nenek dah tak ada, ingatlah nenek dengan hadiah ini.Nenek selalu kata , "ini saja yang mampu nenek bagi, cu..". "Zakuan tak kisah, Zakuan tahu nenek nak ajar Zakuan selalu dekat dengan Allah, bila susah cari Allah, bila senang pun cari Allah", sambil tersenyum Zakuan berbicara. Sebelum melelapkan mata, Zakuan sering menyanyi lembut seperti berbisik menghadap jendelanya, sambil memegang biji tasbi pemberian neneknya. Allah engkau dekat Penuh kasih sayang Takkan pernah engkau Biarkan hamba Mu menangis Karna kemurahan Mu Karna kasih sayang Mu... Menitik setitik demi setitik air mata membasahi jendela. Kebiasaannya, adik Zakuan akan mencuba untuk bangun di pertengahan malam bermunajat kepada Tuhan AR-RAHMAN. "Ya Allah, aku redha dengan ketentuanmu.. aku bersyukur dengan kurniaanMu, bila mana Engkau mengujiku, Aku secara tidak sedar, menjadi orang yang paling rapat dalam mengasihiMu, aku redha dengan taqdirMu untukku, ANDAI ini yang membuatkan aku hampir denganMu, aku redha dengan setulus hatiku.. aku serahkan hatiku, diriku , jiwaku hanya untukMu, aku yang lemah tidak mengharap apa-apa lagi, hanya Engkau sebagai pelindungku. Engkau Mengasihiku, sedang aku cacat anggota, namun aku bersyukur kerna tidak cacat hati untuk mengenaliMu, aku bersyukur, walau aku kurang berupaya, namun, aku masih diberi upaya menjalankan perintahMu, teruskan Ya Tuhan, sekiranya itu yang terbaik untukku, maka aku redha dengan ketentuanMu. Jadikanlah aku orang yang sempurna pada penglihatanMu, walau aku tidak sesempurna insan di sekelilingku, jadikan aku orang yang sabar dan teguh, agar aku tidak berhenti berharap padaMu. Amin, Ya Robbal Alamin... Beberapa tahun kemudian.. Setelah tamat peperiksaan UPSR, Zakuan diumumkan sebagai pelajar cemerlang. Itu membuktikan bahwa seorang kanak-kanak cacat anggota mampu berjaya dengan usaha dan doa oleh Allah yang Maha Berkuasa. Zakuan dibawa ke sidang radio, ditemubual bersama penghibur di sidang radio terhangat, HOT-COOL FM. "Assalamualaikum, andai ibu dan ayah Zakuan mendengar, alangkah berbesar hati Zakuan , dan bersyukur pada Allah." "Zakuan tahu ibu dan ayah rindukan Zakuan. Zakuan pun tetap merindui ibu dan ayah. Nenek selalu berpesan, kalau rindu, Zakuan kena bacakan Al-qur'an untuk sampaikan pada ibu dan ayah dan solat 5 waktu jangan tinggal. Nenek kata lagi, kalau Zakuan rindu ibu dan ayah, Zakuan selalu kena doa untuk ibu dan ayah selalu". "Zakuan cuba. Tapi semakin hari Zakuan semakin rindu pada ibu dan ayah. Zakuan curi-curi menangis bila Zakuan nampak kawan-kawan Zakuan dipeluk oleh ayah dan ibu mereka. Tapi Zakuan tak kisah, sebab Zakuan tahu ibu dan ayah akan balik jumpa Zakuan. Ibu dan ayah pergi jauh untuk dapatkan rezeki untuk Zakuan, kan? ". Zakuan harap ibu dan ayah akan kembali pulang. Nenek selalu cakap, Ibu dan ayah akan pulang. Kembalilah ayah. Zakuan rindu, ibu, ayah" Setelah tamat sidang radio, Zakuan menyatakan hasratnya, "Zakuan nak cari nenek sampai jumpa, Zakuan nak bagi keputusan ini pada nenek. Sampaikan salam Zakuan pada ibu dan ayah kalau Ustaz jumpa. Katakan pada mereka, Zakuan tak berhenti berharap untuk berjumpa mereka. Zakuan rindu sangat pada mereka. Ini hadiah Zakuan, kopiah Zakuan, tasbih dan sejadah ini , berikan pada ibu dan ayah. Inilah sumber kekuatan kehidupan Zakuan selama berjuang di atas muka dunia tanpa anggota tubuh badan yang sempurna. Selesai sahaja solat subuh, Zakuan kelihatan tidak bangkit-bangkit dari sujudnya. Ustaz Munif yang menyedarinya menggerakkan tubuh Zakuan yang sudah kaku tidak bermaya. Inna Lillahi wa inna Lillahi Rojiun..', bisik Ustaz Munif penuh sayu ditinggalkan insan yang penuh tawadhok dan luar biasa. Kepulangan ibu dan ayah Zakuan yang diharap-harapkan hanyalah mengundang penyesalan apabila mengetahui anak mereka sudah tiada lagi di dunia. Hanya sekeping surat sempat dikirimnya. " Salam sayang, ibu, ayah... Ini Kopiah Zakuan, ini saja kopiah yang Zakuan ada, tapi Zakuan sangat sayang dengan kopiah ini. kopiah ini melindungi zakuan, dari panas, hujan. Ini sejadah Zakuan, kalau Zakuan tak tahu nak luahkan dan nangis pada siapa-siapa, dengan sejadah inilah Zakuan penuhkan dengan air mata memohon pada Tuhan Yang Maha Kuasa.. Ini tasbih Zakuan. Kalau Zakuan diejek oleh rakan, Zakuan akan sentiasa kuat dengan mengingatiNya. Cukup bagi Zakuan yang tidak punyai harta dan apa-apa, namun inilah yang amat berharga sepanjang hidup Zakuan di dunia. Ku alunkan zikir untukmu, ibu,ayah. Ku alunkan Bacaan qur'an kalamullah hadiah istimewa dariku, Hanya itu yang aku mampu.Salam sayang, dari anakmu, Zakuan. Tersentak ibunya membaca warkah itu. "Engkau teramat istimewa dan semurna padaNya, sayang". TAMAT Wallahualam Mesej yang ingin diketengahkan; Kita dilahirkan dalam keadaan sempurna, tetapi kita jarang bersyukur padaNya, kita sering bergantung kepada insan, namun jarang bergantung hidup sepenuhnya pada Tuhan. Kita harus tahu, sedar, selalu kita bersedih tidak dapat memiliki sepasang kasut, tapi harus kita ingat bahawa andai insan lain yang langsung tidak mampu memakai sepasang kasut, pun. (tidak mampu kerna tiada anggota kaki) Kita juga harus sedar, bahawa kita yang sempurna belum tentu sempurna pada pandangan Allah, mungkin mereka yang tidak sempurna ini lebih mulia pada pandangan Allahu Rabbi. Ada jauh insan kerdil yang tidak melupai Tuhan sedikitpun, walau dirinya diuji, tetap berdaya mengharap, merintih di hadapan Tuhan di malam hari...itulah hadiah bermakna bagi sang abid kepada RabbNya. Sesempurna tubuh kita terkadang gagal membuat diri merasa kerdil di sisi Tuhan, lupa dan lalai dalam kesempurnaan anggota tubuh badan, maksiat pula bertambah dilakukan.. Andai kita seperti adik zakuan, adakah kita akan menjadi sang abid yang begitu kasih pada Tuhan? Hadiah bermakna dari si anak kepada ibu, walau terpisah di dunia, namun di akhirat mereka dapat pahala dari amalan si anak juga. Alunkan zikir dan kalamullah apabila rindu-rinduan. Wallahualam.. coretan asyiq

No comments:

Post a Comment